BERBENAH ATAU TERBENAM?
Lumpue, Media Vokasi- Selama ini, SMK masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Hal itu terbukti, pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru, SMK menjadi pilihan kedua setelah anaknya gagal masuk di SMA favorit. Beberapa anggapan yang muncul di masyarakat, antara lain; lulusan SMK tidak kompetitif, tidak sesuai dengan kebutuhan industri, tidak terampil dan lain sebagainya.
Kondisi tersebut juga tidak dapat dipungkiri di SMKN 1 Parepare. Kemampuan dan keterampilan siswa belum maksimal. Siswa masih sering kali gagap ketika melaksanakan praktik kerja industri (prakerin). Bahkan, hal-hal yang bersifat teknis belum dikuasai secara maksimal.
Apabila kondisi tersebut dibiarkan begitu-begitu saja, maka besar kemungkinan SMK akan terbenam, tidak dilirik masyarakat. Olehnya itu, tak ada pilihan lain kecuali, berbenah.
“Kondisi-kondisi seperti itu memang terjadi, tetapi kita berupaya menyusun langkah-langkah konkrit agar lulusan SMKN 1 Parepare kompetitif, sesuai kebutuhan industri dan terampil,” kata Anwar Nur di ruang kerjanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut pendidikan yang ditamatkan, dari 9,77 juta angka pengangguran terbuka, 13,55 persen lulusan SMK, 9,86 persen lulusan SMA, 8,08 persen lulusan diploma, 7,35 persen lulusan universitas, 6,46 persen lulusan SMP, dan 3,61 persen lulusan SD.
Namun, perlahan sejak periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pandangan tersebut mulai berubah. Pendidikan SMK mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat dan tidak lagi menjadi pilihan kedua. Hal itu dikarenakan mulai dilakukannya revitalisasi pendidikan vokasi.
Presiden Joko Widodo pada periode kedua pemerintahannya bersama dengan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin, memberi perhatian penuh pada pendidikan vokasi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan yang paling mendasar dalam Perpres itu adalah adanya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Pendidikan Vokasi) di Kemendikbud.
Sebelumnya, pendidikan vokasi di bawah Direktorat Jenderal lainnya, seperti Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, maupun Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan di bawah Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
Keberadaan Ditjen Pendidikan Vokasi sendiri bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0, yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang ahli di bidangnya.
“Menyambut regulasi pemerintah terkait pendidikan vokasi, SMKN 1 Parepare berbenah lebih, sekalipun dengan kondisi dana yang terbatas. Misalnya menginisiasi teaching factory Samoka SMKN 1 Parepare, Digital Production (Digipro) UPT SMKN 1 Parepare, termasuk penerbitan Media Vokasi,” tambah Anwar Nur, kepala UPT SMKN 1 Parepare.
Berdasarkan pengamatan kru Media Vokasi, dua ruang kelas telah disulap menjadi teaching factory Samoka dan Digipro UPT SMKN 1 Parepare. Ditambah satu ruang Vokasi Learning Center yang digunakan untuk rapat, vicon dan sebagainya.
“Sejak November 2020, SMKN 1 Parepare telah merintis beberapa teaching factory. Alhamdulillah semuanya sudah siap dan beroperasi dan akan kita launching dalam waktu dekat ini. Launching masih diundur, berhubung kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini,” jelas Awaluddin Syaddad, Sekretaris Manajemen Mutu SMKN 1 Parepare.
Pembenahan SMK menjadi sekolah vokasi tidak bisa dilakukan secara parsial saja. Hanya segelintar orang saja, tetapi seluruh stakeholder UPT SMKN 1 Parepare. Kompleksitas permasalahan harus diurai satu per satu.
“Seluruh steakholder sangat diharapkan duduk bersama menyusun konsep dan langkah konkrit SMKN 1 Parepare menjadi sekolah vokasi,” harap kepala UPT SMKN 1 Parepare.
“Sekarang bukan saatnya kita jadi penonton dan berpangku tangan saja. Atau bersikap acuh saja dengan keadaan. Banyak hal yang harus kita benahi. Di antaranya kurikulum yang harus link & match dengan IDUKA, pola pembelajaran di kelas perlu dievaluasi, mendorong guru tersertifikasi industri, melakukan MoU dengan IDUKA dan sebagainya,” urai Anwar Nur.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SISTEM PENERIMAAN MURID BARU, TAHUN PELAJARAN 2026 - 2027
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB di SMKN 1 Parepare mulai dipadati calon peserta didik baru. Selama enam hari pelaksanaan, yakni tanggal 25 hingga 30 Mei 2026, ratusan muri
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DI SMK
Oleh: Majid, S. Pd.*) Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu segi pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Layanan bimbingan dan k
ERNAWATI DOLLAH NAHKODAI MULTIMEDIA
Lumpue, Media Vokasi- Berdasarkan hasil rapat pembagian tugas yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Januari 2021 di ruang Vokasi Learning Center Parepare, Ernawati Dollah nahkodai mu
UKK DILAKSANAKAN LURING
Lumpue, Media Vokasi – Berdasarkan hasil rapat persiapan Uji Kompetensi Keahlian UPT SMKN 1 Parepare dijadwalkan pada 1-9 April 2021. Tahapan UKK dilaksanakan dimulai dengan pemil
SUKSES GELAR UJIAN SEKOLAH
Lumpue, Media Vokasi – UPT SMKN 1 Parepare sukses menggelar Ujian Sekolah yang dilaksanakan pada 15-19 Maret 2021. Ujian Sekolah diikuti siswa dari empat program keahlian; P
ANWAR NUR DORONG JIWA KEWIRAUSAHAAN
Lumpue, Media Vokasi- Sejak Akhir November 2020 Kepala UPT SMKN 1 Parepare, Anwar Nur, S.Pd., M. Si. terus mendorong jiwa kewirausahaan para guru dan siswa. Dari beberapa kali rapat ber
SARYADI DORONG SMKN 1 PAREPARE MENJADI SMK PUSAT KEUNGGULAN
Lumpue, Media Vokasi- SMKN 1 Parepare kembali merilis satu program unggulan, BION (Bincang Online). Program tersebut sebagai menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk mengembangkan wawasa
ZAINAL JABAT WAKASEK HUMAS
Lumpue, Media Vokasi- Sehubungan kosongnya Wakasek Humas UPT SMKN 1 Parepare, setelah masa kerja Drs. H. Hisbullah berakhir pada Desember 2020 lalu. Dengan kekosongan tersebut, Zainal S
ANAWAR NUR SENTIL KEDISPLINAN GURU
Lumpue, Media Vokasi – Kepala UPT SMKN 1 Parepare, Anwar Nur menyentil kembali kedisiplinan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah. Pasalnya, jadwal rapat molor satu jam dari
MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA
Lumpue, Media Vokasi- SMK Negeri 1 Parepae dibawah pimpinan Anwar Nur, S.Pd., M.Si. saat ini, sedang berupaya mengejar gelar Sekolah Adiwiyata. Secara umum, seperti diketahui bahwa Seko